Home News 4 Masakan Tradisional Indonesia dan Filosofi Uniknya

4 Masakan Tradisional Indonesia dan Filosofi Uniknya

by Redaksi

Metadeskripsi: Tidak cuma lezat, masakan tradisional Indonesia ini ternyata punya filosofi dan sejarah yang unik, lho.

Makanan punya peran yang sangat beragam dalam hidup manusia. Selain memenuhi kebutuhan fisiologis dasar sehari-hari, makanan sebagai produk budaya juga merupakan simbol, ciri, sekaligus identitas setiap wilayah.

Sama halnya dengan kuliner dari negara lain, masakan tradisional Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sejarah, kondisi alam, hingga kebudayaan yang menjadikannya tidak cuma lezat, tetapi juga sarat akan nilai filosofis. Berikut beberapa di antaranya.

  1. Tumpeng

Cookpad.com

Tumpeng yang selalu ada di berbagai acara penting di Indonesia ternyata punya makna historis dan filosofis yang menarik, lho. Kuliner berbentuk kerucut ini menjadi simbol perjalanan hidup manusia.

Proses memasak dan membentuk tumpeng agar anteng (berdiri tegak) merefleksikan nasib manusia. Filosofinya, makin besar kesulitan yang dihadapi, makin dewasa dan kuatlah kita. Bentuk kerucut juga menjadi simbol penghambaan manusia kepada Tuhan YME.

2. Gudeg

Masakapahariini.com

Masakan Indonesia khas Yogyakarta ini sangat populer karena kelezatannya. Selain nikmat, gudeg juga mengandung nilai sejarah yang sangat kaya. Tahun 1755 silam setelah Perjanjian Giyanti, prajurit Kerajaan Mataram membersihkan hutan untuk membangun Kota Yogyakarta.

Nah, para prajurit yang mendapati buah kelapa, nangka, serta melinjo pun berinisiatif memasak untuk kebutuhan makan rekan-rekannya dengan memakai kuali besar. Proses memasak dan mengaduk selama seharian inilah yang dinamakan hangudeg (gudeg). Oh ya, gudeg juga disebutkan dalam Serat Centhini yang ditulis sekitar tahun 1814 Masehi, lho.

3. Rendang

Kompas.com

Siapa yang tak kenal rendang? Masakan tradisional dengan cita rasa rempah yang kuat ini populer hingga mancanegara. Dibutuhkan waktu berjam-jam hingga seharian untuk menghasilkan rendang yang empuk, lezat, dan berbumbu meresap.

Bagi masyarakat Minangkabau, rendang adalah simbol musyawarah dan mufakat. Ini dilihat dari bahan pokok yang dipakainya, yaitu daging sebagai niniak mamak (pimpinan suku adat), kelapa sebagai cadiak pandai (kaum intelektual/cerdik pandai), cabai (lado) sebagai ulama, serta bumbu (rempah) sebagai masyarakat Minang keseluruhan.

4. Ketupat

Thejakartapost.com

Ketupat adalah jenis masakan khas yang selalu dihidangkan pada hari raya Idulfitri. Di Indonesia, tradisi makan ketupat ini bahkan sudah ada sejak dulu. Dibalut dengan janur yang merupakan akronim dari jatining nur (Jawa: cahaya sejati).

Ketupat menjadi simbol bagi hati nurani manusia, permintaan maaf, dan permohonan akan keberkahan dalam hidup. Beras putih yang menjadi isi ketupat juga menjadi perlambang akan kebersihan dan kemurnian hati manusia.

 

Tentu masih banyak masakan tradisionalIndonesia lain dengan sejarah dan filosofi yang tidak kalah menarik. Semoga ulasan di atas bisa dijadikan pengingat bagi kita untuk terus melestarikan budaya Indonesia melalui kulinernya, ya!

related posts

Leave a Comment