Home News Pandemi COVID-19: Bagaimana Kondisi Ekonomi Indonesia Saat Ini?

Pandemi COVID-19: Bagaimana Kondisi Ekonomi Indonesia Saat Ini?

by admin

Metadeskripsi: BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan 2 tahun 2020 minus 5,32%. Pemicu terbesarnya adalah pandemi COVID-19.

Wabah COVID-19 memicu terjadinya gejolak ekonomi dunia. Per September 2020, tercatat setidaknya ada 14 negara yang resmi mengalami resesi; tiga di antaranya adalah negara maju seperti Singapura, Amerika Serikat, dan Jerman.

Resesi terjadi ketika pertumbuhan ekonomi suatu negara minus selama dua kuartal berturut-turut. Jika pada kuartal selanjutnya kondisi masih minus, negara tersebut resmi memasuki resesi. Nah, bagaimana dengan Indonesia?

Ekonomi Indonesia di Tengah Pandemi

Kontraksi ekonomi akibat pandemi juga turut dialami Indonesia. BPS merekam pertumbuhan ekonomi dalam negeri pada kuartal II (Q2) minus sebanyak 5,32% year on year (yoy).

Kontraksi sebesar 5,32% ini tercatat sebagai pertumbuhan ekonomi terburuk yang dialami Indonesia sejak krisis moneter 1998 silam. Sama seperti negara lain, pemicu terbesar dari merosotnya ekonomi Indonesia saat ini adalah pandemi COVID-19 yang memengaruhi hampir semua sektor.

Lantas, dampak ekonomi apa saja sih yang ditimbulkan pandemi COVID-19?

  1. PHK Besar-Besaran

Pandemi corona menyebabkan sektor industri dan perdagangan lesu. Akibatnya, mau tidak mau pengusaha harus melakukan efisiensi dengan menekan biaya produksi dan merumahkan sebagian karyawannya. Kementerian Ketenagakerjaan menyebut lebih dari 3 juta pekerja penuh waktu terdampak PHK akibat corona.

  1. Turunnya Devisa

Imbauan untuk tetap #DiRumahAja dan melakukan physical distancing secara langsung berdampak pada sektor pariwisata Tanah Air. Tempat-tempat wisata kian sepi pengunjung dan pada saat yang bersamaan tingkat okupansi hotel merosot hingga 90%. Puluhan ribu penerbangan dibatalkan demi alasan keamanan. Alhasil, devisa negara pun turun.

  1. Terjadi Inflasi

Agustus 2020, Indonesia tercatat mengalami inflasi sebesar 1,32% yoy. Penyebabnya adalah naiknya harga beberapa barang seperti emas, bawang merah, hingga biaya sekolah.

  1. Kinerja Impor Menurun

Badan Pusat Statistik mengevaluasi kinerja impor Indonesia turun sebesar 32,5% yoy (per Juli 2020) dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini terjadi di sektor nonmigas yang mencapai 5,75% dan impor barang konsumsi sebesar 24,11% yoy.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya nilai impor Indonesia mencapai USD96,09 miliar, tahun ini hanya sebesar USD90,12 miliar.

Pandemi COVID-19 memang menghadapkan dunia pada situasi yang serba sulit. Saat ini, semua negara (termasuk Indonesia) sedang berjuang sekuat tenaga menyelamatkan diri dari tekanan ekonomi yang kian mencekik.(*)

related posts

Leave a Comment